Kamis, 10 Juli 2014

Tulisan : Teori Proposal



PROPOSAL

Pengertian Proposal
Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja (KBBI, 2002), perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (field reseacrh) maupun penelitian di perpustakaan (library research).
Proposal berasal dari bahasa Inggris “to propose”, berarti mengajukan. Pengertian proposal memiliki arti sederhana, yaitu suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran (berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana) kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, ijin, persetujuan, dana, dan sebagainya (Hariwijaya, 2005:12 - 13).
Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang penting bagi perorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi proposal, ialah:
a)      Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
b)      Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
c)      Fungsi proposal untu mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
d)     Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
e)      Fungsi proposal untuk mengadakan seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
Jenis Proposal
Bila dikaitkan dengan aktifitas manusia, secara umum proposal terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
a)      Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
b)      Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga sponsor.
c)      Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
d)     Proposal kegiatan, contohnya  proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.
Bila dilihat dari bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
a)      Proposal berbentuk formal
Proposal ini terdiri atas 3 bagian utama, yaitu:
1.      Bagian pendahuluan, terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.
2.      Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.
3.      Bagian pelengkap, terdiri dari penutup yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
b)      Proposal berbentuk semiformal dan nonformal
Kedua proposal ini merupakan variasi atau bentuk lain dari proposal berbentuk formal, karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu, atau tidak selengkap proposal berbentuk formal.    

Proposal penelitian terbagi menjadi 4, yaitu:
a)      Proposal Penelitian Pengembangan
Proposal ini menjabarkan kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu masalah, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
b)      Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka, kemudian disajikan dengan cara baru untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.
c)      Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengempulan data dari latar alami dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditunjukkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karenanya, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam, serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
d)     Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berawal dari suatu teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalaman, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
Isi Proposal
Isi proposal terdiri dari 2 jenis, yaitu isi proposal yang berbentuk kompleks (seperti isi proposal berbentuk formal), dan isi proposal yang berbentuk sederhana, meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.
Tujuan Proposal
Tujuan proposal ialah memperoleh bantuan dana, memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh ijin.
Ciri-ciri Proposal
Dalam penyusunannya, proposal memiliki beberapa ciri, yaitu:
1.      Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
2.      Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
3.      Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
4.      Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid dan nantinya diserahkan kepada si pemilik acara.
5.      Dan lain-lain yang sulit dijelaskan (dicari).

Aturan Penyusunan Proposal
Ketika kita menyusu suatu proposal, tentunya kita diharuskan memperhatikan kerapian dari proposal yang kita buat, karenanya dalam menyusun proposal ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.      Bahan dan Ukuran
Bahan dan ukuran mencakup: kertas naskah, sampul, warna sampul, tulisan pada sampul, dan ukuran.
a)      Kertas naskah
Naskah dibuat di kertas HVS 80g/m2 (A4) dan tidak dibolak-balik.
b)      Sampul
Sampul dibuat di kertas buffalo dan dilaminasi. Tulisan yang tercetak pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman judul dan contohnya tertera pada lampiran.
c)      Warna Sampul
Warna sampul disesuaikan dengan yang berlaku di lingkungan.
d)     Ukuran
Ukuran naskah ialah 21 x 28 cm (A4) untuk gambar tabel yang besar dapat digambarkan dengan kertas A3.
2.      Pengetikan
Pada pengetikan disajikan: jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak baris, batas tepi, pengisian ruangan, alenia baru, permulaan kalimat, judul dan sub judul, perincian ke bawah dan letak simetris.
a)      Jenis Huruf
ü  Naskah diketik dengan huruf Times New Roman (12, dan seluruh naskah harus memakai jenis huruf yang sama).
ü  Lambang, huruf Yunani, atau tanda-tanda yang tidak dapat diketik, harus ditulis dengan rapi memakai tinta hitam.
b)      Jarak Baris
Jarak antara dua baris dibuat 2 spasi (spasi double), kecuali abstrak, kutipan langsung, judul tabel dan gambar yang lebih dari satu baris, dan daftar pustaka, diketik dengan jarak 1 spasi ke bawah. Jarak antara judul bab dan baris pertama teks adalah 3 spasi, dan jarak sub (anak) bab ke baris berikutnya adalah 2,5 spasi.
c)      Batas Tepi
Batas-batas pengetikan ditinjau dari tepi kertas, diatur sebagai berikut:
ü  Tepi atas: 4 cm.
ü  Tepi bawah: 3 cm.
ü  Tepi kiri: 4 cm.
ü  Tepi kanan: 3 cm.
d)     Alenia Baru
Alenia baru dimulai pada ketikan yang keenam dari batas tepi kiri.
e)      Permulaan Kalimat
Bilangan, lambang, atau rumus kimia yang memulai suatu kalimat harus dieja, misalnya: Limapuluh responden.
f)       Letak Simetris
Gambar, tabel/daftar, persamaan, judul dan sub judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan.
3.      Penomoran
Bagian ini dibagi menjadi penomoran halaman, tabel, gambar, dan persamaan.
a)      Halaman
ü  Bagian awal laporan, mulai halaman judul sampai abstrak, diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya).
ü  Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari pengantar (Bab I) sampai ke halaman terakhir, memakai angka Arab sebagai nomor halaman (1, 2, 3, dan seterusnya).
ü  Nomor halaman ditempatkan di sebelah kanan atas, kecuali kalau ada judul atau bab pada bagian atas halaman itu. Untuk halaman yang demikian nomornya ditulis di sebelah kanan bawah.
ü  Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas atau tepi bawah.
b)      Tabel
Tabel diberi nomor urut dengan angka Arab, dan letak tabel ada di bawah nomor dan keterangan tabel.
c)      Gambar
Gambar dinomori dengan angka Arab dan di letakkan di bawah gambar.
d)     Persamaan
Nomor urut persamaan yang berbentuk rumus matematis, reaksi kimia, dan sebagainya ditulis dengan angka Arab di dalam kurung dan ditempatkan di dekat batas tepi kanan. Contoh: CaSO2 + K2C3 = CaCO3 + K2SO4  (3).
4.      Tabel dan Gambar
a)      Tabel
ü  Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa diakhiri dengan titik.
ü  Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali kalau panjang sehingga tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan, tabel dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan, tanpa judul.
ü  Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar antara yang satu dan lainnya cukup tegas.
ü  Tabel diketik simetris.
ü  Tabel yang lebih dari dua halaman, ditaruh pada lampiran.
b)      Gambar
ü  Bagan, grafik, peta, dan foto, semuanya disebut gambar (tidak dibedakan).
ü  Nomor gambar yang diikuti judulnya diletakkan simetris di bawah gambar tanpa diakhiri dengan titik.
ü  Gambar tidak boleh dipenggal.
ü  Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang kosong di dalam gambar, dan jangan pada halaman lain.
ü  Bila gambar dilukis melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas gambar harus diletakkan di sebelah kiri kertas.
ü  Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan supaya sewajar-wajarnya (jangan terlalu kecil dan terlalu besar).
ü  Skala pada grafik harus dibuat agar mudah diperbesar atau diperkecil.
ü  Bagan dan grafik dapat dibuat dengan tinta hitam yang tidak mudah larut oleh air.
ü  Letak gambar harus diatur supaya simetris.
5.      Bahasa
a)      Bahasa yang dipakai
Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia yang baku.
b)      Bentuk kalimat
Kalimat-kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, dan lain-lain). Tetapi, sebaiknya dibuat bentuk pasif. Pada penyajian, ucapan terima kasih pada prakata, kata “saya” diganti dengan “penulis”.
c)      Istilah
ü  Istilah yang dipakai ialah istilah Indonesia atau yang sudah di Indonesiakan.
ü  Jika terpaksa harus memakai istilah asing, maka harus dibuat dalam bentuk miring.
6.      Penulisan Nama
Penulisan nama mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dari satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.
a)      Nama penulis yang diacu dalam uraian
      Penulis yang ditulis diacu dalam penguraian hanya disebutkan nama akhirnya    saja, dan kalau lebih dari dua orang nama, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan diikuti dengan dkk atau et al, contoh:
ü  Menurut John Gossman (1997).............
ü  Penerapan SDM secara efektif (Hornsby dan Kuratko, 1990) merupakan bagian integral...........
ü  Persaingan bukan antar perusahaan, tetapi antar rantai suplai ke rantai suplai (John Gossman dkk, 1997).
b)      Nama penulis dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk atau et al saja.
Contoh:
Jeffrey, Shank H, Donald FK, William RL (2009)...........
Tidak boleh hanya: Jeffrey dkk.
c)      Nama penulis lebih dari satu kata
      Jika nama penulis terdiri dari dua suku kata atau lebih, cara penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir diikuti dengan suku nama depan, tengah dan seterusnya.
Contoh:
·         Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana S.T., atau Alisyahbana, Sutan Takdir.
·         Donald Fitzgerald Othmer ditulis: Othmer,D.F.
d)     Nama yang diikuti dengan singkatan
Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada di depannya.
Contoh:
ü  Mawardi A.I. ditulis: Mawardi A.I.
ü  Williams D. Ross Jr. Ditulis: Ross Jr., W.D.
e)      Derajat Kesarjanaan
Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

Sistematika Penulisan Proposal
Sistematika dalam penulisan proposal, terdiri dari:
1.      Pendahuluan
a.       Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan tersebut.
b.      Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari (nyata).
c.       Point-point pembahasan pada pendahuluan, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2.      Dasar Pemikiran
a.       Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misal: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
b.      Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misal: Peraturan Pemerintah.
3.      Tujuan
a.       Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut (umum dan khusus).
b.      Tentukan juga untuk keluaran (output) yang dikehendaki.
Contoh:
Memperoleh kader-kader KMHDI
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI
4.      Tema
Tema yang dibahas dalam kegiatan tersebut.
5.      Jenis Kegiatan
a.       Untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
b.      Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut, misal: berupa seminar, pelatihan, dan sebagainya.
6.      Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari tujuan (point 3), terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan. Contoh:
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing memiliki kemampuan, sesuai dengan standar Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih memiliki nilai rata-rata di atas 7 (dalam range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7.        Sasaran atau Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut (lebih dikenal sebagai peserta).
8.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana dan kapan kegiatan tersebut dilaksanakan.
9.      Anggaran Dana
Pada anggaran hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10.  Susunan Panitia
Pada bagian susunan panitia, biasanya hanya dituliskan posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua Panitia, dan lain-lain, sedangkan kepanitiaan lengkap dicantumkan pada lampiran.
11.  Jadwal Kegiatan
a.       Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
b.      Bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12.  Penutup
a.       Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
b.      Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
c.       Terakhir, diikuti dengan lampiran.











Nama  :  Sartika
Kelas  :  3KA39
NPM  :  16111625


0 komentar:

Poskan Komentar