Kamis, 10 Juli 2014

Tulisan : Laporan Ilmiah dan Penjelasan



Laporan
Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan dan dapat berbentuk lisan maupun tulisan berdasarkan fakta atau suatu hal peristiwa. Pada umumnya laporan perjalanan adalah cerita tentang perjalanan yang kita lakukan. Laporan perjalanan merupakan laporan nonformal karena tidak menggunakan sistematika standar laporan resmi.
1.      Menentukan syarat-syarat laporan peristiwa
Berikut adalah beberapa syarat laporan peristiwa yang harus diketahui:
·         Laporan harus jelas dan objektif
·         Disertai fakta-fakta
·         Tidak menimbulkan penafsiran yang salah
·         Tidak menyampaikan pendapat pribadi
·         Penyajiannya menarik dan jelas
·         Sistematis
2.      Sistematika laporan
·         Judul
·         Lembar pengesahan
·         Kata pengantar
·         Abstrak/intisari
·         Daftar isi
·         Pendahuluan terdiri dari :
a.      Latar belakang
b.      Kerangka teoretis
c.       Metode penelitian
·         Isi( pembahasan hasil laporan)
·         Penutup terdiri dari:
a.      Kesimpulan
b.      Kritik dan saran
·         Lampiran-lampiran
·         Daftar pustaka
·         Riwayat hidup penulis



Contoh laporan ilmiah mengenai lumut :
Bab 1
Pendahuluan
1.1  Pendahuluan
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati , walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita temui, kecuali lumut gambut. Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada tumbuhan ini sebenarnya meletakan dengan perantaan Rhizoid(akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan ber-Talus dengan tumbuhan ber-Kormus. Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autrotof. Lumut tumbuh diberbagai tempat, yang hidup pada daun-daun sehingga disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan kecil dan lembut . mereka mempunyai bunga atau biji dan daun-daun yang sederhana menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena lumut berukuran kecil dan membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas.Jaringan tumbuhan yang mati akan menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan lain. Klasifikasi menggabungkan pula lumut hati kedalam Bryophyta.
1.2  Rumusan masalah
Penulis membatasi laporan ini seputar :
a.      Tumbuhan lumut
b.      Perkembangan dan pertumbuhan lumut
c.       Pengaruh pemberian cahaya pada tumbuhan lumut
1.3  Tujuan penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini adalah :
a.      Untuk membuktikan perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan lumut
b.      Untuk menambah wawasan mengenai mahluk hidup
c.       Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang tumbuhan lumut
1.4  Manfaat penelitian
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah:
a.      Untuk dapat menentukan habitat tumbuhan lumut
b.      Untuk dapat mendeskripsikan proses pertumbuhan tanaman lumut
c.       Untuk dapat menganalisa masalah yang terjadi pada proses pertumbuhan
d.      Dapat memahami mengenai keanekaragaman hayati
e.      Dapat mengembangkan potensi usaha dari kerajinan lumut
1.5  Metode penulisan
Dalam pembuatan laporan dilakukan dengan cara:
a.      Metode observasi
b.      Membaca beberapa buku diperpustakaan sekolah
c.       Mengumpulkan data di internet
1.6  Sistematika penulisan
Untuk memudahkan pembaca penulis menyusun laporan ilmiah ini dengan beberapa bab yaitu:
·         kata pengantar
·         Daftar isi
·         Bab 1 pendahuluan :
1.1  pendahuluan
1.2  rumusan masalah
1.3  tujuan penelitian
1.4  manfaat penelitian
1.5  metode penulisan
1.6  sistematika penulisan
·         Bab 2 tinjauan pustaka
2.1  kajian teori
2.2  rumusan hipotesis
·         Bab 3 metode penelitian
3.1 rancangan penelitian
3.2 instrumen alat dan bahan
3.3 jadwal dan langkah-langkah penelitian
·         Bab 4 data dan pembahasan
4.1 deskripsi data
4.2 pembahasan
·         Bab 5 kesimpulan dan saran
5.1 kesimpulan
5.2 saran
·         Daftar pustaka
·         Lampiran- lampiran


Bab 2
Tinjauan pustaka
2.1 kajian teori
Berdasarkan teori yang ada, beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas namun berada pada habitat tertentu. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat yang kering dan kebanyakan hidup pada tempat yang mempunyai kelembapan tinggi dan teduh. Jika dikaji secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan lumut adalah menyangkut masalah kompetensi antara tumbuhan lumut itu sendiri baik untuk mendapatkan makanan maupun tempat hidupnya, sedangkan faktor abiotiknya adalah:
·         Faktor cahaya, umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500-1300 lux intesitas cahaya (yang akan menjadi percobaan dengan sinar matahari)
·         Faktor temperatur
·         Faktor air
             Intesitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap-tiap tumbuhan. Adaptasi
             tumbuhan lumut dalam pengambilan air :
·         Endohydrick species, air yang diambil berasal dari subtatat dan kemudian dihantarkan secara internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya(sifat permukaan dari tumbuhan adalah water rapplent atau penolak).
·         Ektohydrick species, air mudah diabsorsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat dan karateristiknya adalah bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyerap air dari udara. Contoh : Grimiaceae,ortrithicaceae , lumut hati berdaun dan sebagainya
·         Faktor angin
·         Faktor edafik, meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya diatas batuan dan tanah yang berhumus jadi lumut dapat dikatakan bersifat saprofit.
2.3  Rumusan Hiportesis
Keberadaan tumbuhan lumut disuatu tempat selalu dipengaruhi faktor lingkungan .faktor lingkungan meliputi faktor biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemuin yang bersifat individu melainkan bebertuk kelompok dan mempunyai bentuk-bentuk kehidupan khusus. Tumbuhan lumut biasanya hidup di tempat yang lembab dan berair meskipun demikian lumut juga masih mebutuhkan suplay sinar matahariyang cukup akan tetapi tumbuhan lumut kurang bisa hidup didaerah yang panas dan gersang ditambah lagi sinar matahari langsung , hal ini yang menyebabkan lumut sering di jumpai di pinggiran danau,selokan maupun saluran pembuangan.

Bab 3
Metode Penelitian
3.1  Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian ilmiah maka penulis menyusunya sebagai berikut:
Ø  Indetifikasi variabel, yakni faktor-faktor yang berpengaruh dalam sebuah penelitian. Untuk mempengaruhi pengaruh suatu variabel terhadap variabel aslinya. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tersebut dan mengukur variabel yang di pengaruhinya. Sementara itu variabel lain dibuat tetap untuk mengisolir fenomena yang dapat berpengaruh pada pengamatan tersebut. Adapun variabelnya sebagai berikut :
·         Variabel bebas, yaitu sinar matahari
·         Variabel tak bebas, yaitu morfologi tumbuhan lumut (pengukuran terhadap luas lumut pada media objek)
·         Variabel terkontrol, yaitu luas kayu, ember, serta volum air.
·         Memilih peralatan yang sesuai dengan pengamatan
·         Melakukan pengamatan akurat, dalam hal ini dilakukan pengamatan terhadap semua objek dalam penelitian pada saat melakukan penelitian terutama pada alat dan bahan agar dapat tercapai tujuan dari penelitian.
·         Mengumpulkan data dari hasil penelitian , dalam hal pencatatan ini data harus jelas guna untuk mempermudah kelancaran penelitian. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi.
·         Mengolah dan menganalisis data ,pengolahan dan penyajian data penting agar menganalisis data dengan benar. Adapun hal yang harus dianalisis adalah :
1.      Apakah setiap menghasilkan kurva yang mulus
2.      Apakah data diuar kurva
3.      Apakah data tersebut dapat diabaikan atau suatu alasan tertentu mengapa hal ini bisa terjadi
4.      Kesimpulan, yakni mengenai perumusan apa yang diperoleh dari suatu penelitian kualitatif
5.      Membuat laporan kegiatan penelitian , yakni hasil yang dikomunikasikan secara tertulis dalam bentuk laporan kegiatan penelitian.
                           3.2 Instrumen dan alat bahan
                           Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah :
·         Ember
·         Gayung
·         Penggaris
·         Pisau
·         Kertas hvs dan alat tulis
Adapun bahan-bahan yang digunakan:
·         Kayu
·         Air
                          3.3 Jadwal dan langkah-langkah penelitian:
1.      Menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan untuk penelitian
2.      Menyiapkan 2 ember untuk2 perlakuan, ember yang digunakan harus sama
3.      Tiap-tiap ember di isi dengan air sebanyak 100 ml agar menjaga kelembapan(tinggi air pada 1 ember adalah 1 cm)
4.      Masukan media pertumbuhan lumut berupa kayu pada kedua ember dengan ukuran kayu 10x15 cm
5.      Letakan kedua ember dengan tempat yang berbeda
Ember a : diletakan didekat sumur(tempat lembab) dengan pencahayaan yang cukup terang.
Ember b : diletakan pada depa rumah(panas)dengan pencahayaan yang sangat terang
6.      Setelah beberapa hari lakukan pengamatan terhadap kedua ember tersebut apakah kedua ember tersebut sudah tumbuh lumut.
7.      Lakukan peninjauan setiap 3 hari sekali dan catat perkembangannya
8.      Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada kedua ember?
9.      Catat setiap terjadi peristiwa dan perbedaan
10.  Olah semua datayang terkumpul dan buatlah grafik perbandingan
11.  Tariklah suatu kesimpulan

Bab 4
Data dan pembahasan
                            4.1 deskripsi data
                             Penelitian ini berlangsung pada waktu 21 hari , dimulai pada tanggal 7 agustus
                            2011  hingga 28 agustus 2011. Dalam waktu tersebut terjadi beberapa proses
                            pertumbuhan yang berkaitan dengan penelitiandan kami pun sudah berhasil
                            untuk mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi laporan.
                            Adapun data yang terkumpul selama penelitianterhadap proses pertumbuhan
                            lumut sebagai berikut :
no
Hari ke
Luas lumut yang tumbuh pada kayu di ember
       Ember A                                       Ember B
Keterangan
1
3
5 cm2                                                                   0 cm2
Air berubah menjadi keruh
2
6
19 cm2                                                                          6,1cm2
Kedua ember mulai ditumbuhi lumut
3
9
42,3cm2                                                                   14 cm2
Pada ember A air berubah warna menjadi hijau pekat
4
12
98,8cm2                                                                       35,6 cm2
Pertumbuhan lumut yang sangat cepat terjadi pada ember A
5
15
137 cm2                                                                         33,2 cm2
Pada ember B kayu mulai keropos
6
18
150 cm2                                                                         42,8 cm2
Pada ember A lumut menutupi seluruh permukaan kayu
7
21
150cm2                                                                           62 cm2
Pada ember B kayu berubah menjadi Hitam dan mulai keropos.

Catatan :  luas kayu total pada ember adalah 150 cm2
Ember A : diletakan dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan yang cukup terang
Ember B : diletakan di halaman teras depan rumah (panas) dengan pencahayaan.

4.2 PEMBAHASAN
Menganalisis data yang di peroleh dari penelitian
  • Secara kualitatif, tempat yang lembab dan mendapat sinar matahari yang cukup menyebabkan pertumbuhan lumut semakin cepat, sedangkan  pada tempat yang panas dan kering pertumbuhan lumut cenderung sedikit lambat, hal ini disebabkan karena lumut termaksuk kedalam tumbuhan epifit yang kurang cocok hidup didaerah yang tandus.
  • Secara kuantitatif, Lumut adalah sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan,.setiap tempat yang bersuhu kurang 30 derajat dan lembab pasti mudah untuk di tumbuhi lumut.
Menjelaskan hasil dengan teori yang ada
  • Teori menunjukkan, bahwa tumbuhnya lumut banyak di temukan di tempat-tempat lembab atau basah karena sangat menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi lumut tidak dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan panas. Tumbuhan lumut mempunyai jenis + 25.000 species yang tesebar di seluruh permukaan bumi mulai dari daerah tropic sampai kedaerah kutub utara.
Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri –ciri sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya pipih
2. Bersel banyak
3. mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa
4. Melekat pada substartnya
5. Bersifat Aututrof
6. Bentuk akar seperti benang-benang
7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala




Nama   :  Sartika
Kelas    :  3KA39
NPM   :  16111625 


0 komentar:

Poskan Komentar