Kamis, 10 Juli 2014

Tugas : Ringkasan



Ringkasan
Meringkas buku adalah kegiatan mencatat dari hal-hal yang dianggap penting dari sebuah buku. Ringkasan ditulis secara berurutan seperti tulisan aslinya. Kegunaan meringkas buku yaitu menguasai isi dari buku asli yang singkat namun padat.
Tujuan dari meringkas :
Ringkasan dibuat untuk mempersingkat sebuah karangan yang panjang, seorang yang ingin meringkas harus memilah-milah mana gagasan utama dan gagasan tambahan.
Untuk dapat meringkas buku dengan baik ,adapun tips yang baik untuk mendapatkan hasil ringkasan yang baik dan bermanfaat , diantaranya adalah :
1.      Memahami isi atau gamabaran umum dari buku tersebut
Untuk dapat melakukan reveiewyang baik dari sebuah buku maka kerjaan pertama yang harus dipahami adalah memahami gamabaran umum buku tersebut. Disini tidak harus membaca buku secara keseluruhan , kita hanya perlu membaca synposis dari sebuah buku jika buku itu ada sipnosisnya. Jika tidak ada kita  bisa memahami pendahuluan atau kata pengantar yang ditulis oleh penulis,biasanya disini penulis menuliskan garis besar dari isi buku tersebut.
2.      Memahami gambaran atau isi
Setelah kita memahami isi buku , langkah selanjutnya adalah melakukan kajian terhadap tiap bab yang ada dalam buku,ada beberapa bab buku cara ini dilakukan untuk memahami keterkaitan antara bab satu dengan bab lainnya.dengan begitu kita tau alur dari buku tersebut.
3.      Melakukan pencatatan pada hal-hal yang dianggap penting
Kegiatan ini sangat penting karena kita jadikan acuan dalam meringkas sebuah buku.Jangan sampe kita melewatkan hal-hal penting karena jika terlewat kita akan kehilangan keterkaitan antara bab satu dengan bab lainnya.Catatan ini dibuat simpel dengan tujuan kita lebih mudah untuk meringkas.
4.      Mulai menulis dengan daftar catatan yang kita buat
Dari hasil catatan yang kita buat dengan draf atau tabel untuk memudahkan kita untuk bekerja .Tabel ini sangat membantu kita untuk menentukan alur dari isi sebuah buku.
5.      Silahkan mulai meringkas
Setelah langah demi langkah kita lakukan , maka hal yang kita kerjakan terakhir adalah mulailah meringkas, jangan tunggu besok-besok, luangkan waktu sehingga kegiatan tersebut tidak mengganggu aktifitas anda yang lainnya.
6.      Penggunaan tata bahasa
Dalam meringkas juga perlu diperhatikan tata tulis dan bahasanya dengan baik. Hal ini akan memudahkan kita mempelajari ringkasan yang kita buat. Setelah kita selesai meringkas langkah selanjutnya adalah mengevaluasi ringkasan. Bacalah ringkasan dari awal sampai akhir , perbaikin semua tulisan dan penggunaan tata bahasa yang salah lakukan hal ini dengan baik karena selain kita melatih menulis kita juga melatih tata bahasa yang baik dan benar dengan kaidah yang berlaku.


 

Contoh ringkasan

Mahatma Gandhi Sebuah Autobiografi

Jenis Buku                : Buku non-fiksi
Judul                          : Mahatma Gandhi Sebuah Autobiografi
Pengarang                : Mahatma Karanchad Gandhi
Tahun Terbit            : 2009
Penerbit                    : Narasi
Tebal Buku               : 710 halaman
Ringkasan                 :
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ia mengawali karirnya sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan, di mana ia menemukan berbagai persoalan rasial untuk pertama kalinya. Suatu ketika, dalam perjalanan di atas kereta api menuju Pretoria, Gandhi diminta meninggalkan kursi penumpang kelas satu yang ditumpanginya meskipun ia telah membayar tiketnya. Kondektur kereta yang berkulit putih itu dengan sinis mengatakan bahwa selain orang kulit putih tidak diperkenankan menempati kursi kelas utama. Tetapi Gandhi menolak dan bersikeras untuk tetap menempati kursi yang telah dibayarnya itu. Karena penolakan ini, sang kondektur menurunkannya di sebuah stasiun kecil.
Konon, itulah salah satu kejadian yang kemudian membuatnya selalu berjuang untuk keadilan. Dia selalu mencontohkan bahwa kita dapat melawan ketidak adilan tanpa melakukan kekerasan. Semasa di Afrika Selatan-lah Gandhi mulai mengembangkan idenya yang disebut Ahimsa atau anti-kekerasan, dan mengajarkan orang-orang India yang hidup di sana bagaimana menerapkan Ahimsa untuk mengatasi berbagai ketidak adilan yang mereka alami. Metode yang disebut juga sebagai perlawanan pasif atau anti-bekerjasama dengan mereka yang melakukan ketidak-adilan. Gandhi yakin bahwa, dengan menolak-bekerjasama, si oknum akhirnya akan menyadari kesalahannya dan kemudian menghentikan sikap tak adilnya.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islammempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Sementara Pergerakan terus berlangsung, Gandhi tetap melanjutkan pencariannya akan kebenaran dan merancang strategi yang sesuai untuk menghadapi musuh. Ia menyebutnya Satyagraha – Penegakan Kebenaran. Gandhi yakin bahwa dengan melihat penderitaan seseorang yang menegakkan kebenaran akan memberi pengaruh dan akan menyentuh nurani pelaku kesewenangan (musuh). Satyagraha kemudian dijalankan secara luas dan efektif dalam perjuangan kemerdekaan. Perjuangan ini akhirnya mencapai satu titik dimana Inggris tak sanggup bertahan menentang ribuan massa rakyat yang menetangnya, aksi-damai yang menuntut kemerdekaan. Betapapun, Gandhi yakin kepada setiap usaha dan perjuangan yang dilakukan oleh mereka yang dibimbing langsung olehnya dalam menjalankan Satyagraha, dan karena ajaran dan pelatihan Satyagraha inilah perjuangannya membawa hasil.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.
Nehru, Perdana Menteri India, menyebut Gandhi sebagai tokoh terbesar India setelah Gautama, sang Buddha. Ketika diminta untuk mengomentari tentang Gandhi, Einstein mengatakan: “Pada saatnya akan banyak orang yang tak percaya dan takjub bahwa pernah hidup seorang seperti Gandhi di muka bumi”. Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris, menyebutnya ‘Naked Fakir’.







Nama  :  Sartika
Kelas  :  3KA39
NPM  :  16111625

0 komentar:

Poskan Komentar