Jumat, 23 Maret 2012

Tugas IBD 2_Artikel tentang Manusia dan Penderitaan


Tema  :  MANUSIA DAN PENDERITAANYA .

PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.


 Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia . Namun , penderitaan ini terbagi menjadi 3 yaitu :
1). Penderitaan alami secara  lahir yaitu secara fisik (lahir)
2). Penderitaan secara  alami yaitu batin(mental)
3). Gabungan dari penderitaan batin .
Penderitaan fisik yaitu manusia yang menderita karena fisik misal seperti seorang  orang tua yang memukuli anak nya demi menghidupi kehidupan sehari-harinya sehingga anak tersebut mengalami luka di beberapa tubuh nya.
Penderitaan batin yaitu penderitaan yang di sebabkan karena tekanan batin dan bisa di contohkan seperti seorang anak yang mendpat kasih sayang dari orang tua nya secara tidak adil itu akan membuat perasaan seorang anak mengalami penderitaan batin.
Penderitaan ini sangat bertingkat-tingkat  , ada yang berat dan juga ada yang ringan tergantung bagaimana kita menjalanin nya.

Akibat dari penderitaan juga bermacam-macam ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya .

Contoh :
Penderitaan yang saya alami terjadi pada saat saya menjalani operasi besar. Tepatnya pada tahun 2000, saat usia saya berusia 8 tahun. Saya terkena penyakit langka, yaitu  tulang leher saya yang kedua anjlok (dislocation). Kasus ini biasa terjadi saat seseorang hendak bunuh diri dengan cara gantung diri, atau pada saat seseorang mengalami kecelakaan mobil. Penyakit ini membuat sumsum tulang belakang saya terjepit sangat parah, sehingga saya lumpuh total. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena berkat-Nya lah saya tetap dapat hidup sampai saat ini. Meskipun saya harus menjalani operasi besar yang berisiko besar. Kemungkinan hidupku hanya 30% saat itu. Kini saya telah sembuh total tanpa meninggalkan cacat sedikitpun, kecuali pitak di kepalaku.

0 komentar:

Poskan Komentar