PENDAHULUAN
Di dunia ini, tentu setiap manusia akan mengalami proses kelahiran dan kematian yang berdampak pada perkembangan jumlah (populasi) penduduk di dunia. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui tentang perkembangan penduduk dunia. Tidak hanya itu saja, kita pun juga harus mengetahui tentang kebudayaan yang ada di sekitar kita maupun dunia yang berguna untuk meningkatkan kekerabatan dengan semua orang.
Hubungan antara Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati suatu wilayah geografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat adalah sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam wilayah tertentu dan terikat oleh berbagai peraturan yang berlaku di wilayah tersebut. Kebudayaan merupakan hasil cipataan manusia (masyarakat) yang dapat diwariskan secara turun-temurun dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat dan tak dapat dipisahkan.
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu yang jumlahnya dapat dihitung menggunakan satuan "per waktu unit". Selain itu, berdampak pada masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk yang mempengaruhi jumlah dan populasi penduduk, serta berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi suatu daerah, negara, ataupun dunia.
Nilai Pertumbuhan Penduduk (NPP) => nilai yang kecil karena hanya berkisar tentang perubahan populasi
pada periode waktu unit.
Nilai pertumbuhan penduduk dunia adalah nilai pertumbuhan penduduk yang sangat besar karena berkaitan dengan pertumbuhan populasi penduduk dunia.
Grafik populasi penduduk diberbagai benua
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:World_population_(UN).svg
Penggandaan Penduduk Dunia
Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada table berikut:
Penggadaan Penduduk Dunia
Tahun Penggandaan Perkiraan Penduduk Dunia Waktu
800 SM 5 juta -
1650 tahun 500 juta 1500
1830 tahun 1 milyard 180
1930 tahun 2 milyard 100
1975 tahun 4 milyard 45
Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun.
Sumber: Ehrlich, Paul. R, et al, Human Ecology W.H. Freeman
and Cosan Fransisco
Demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan berbagai keadaan perubahan penduduk atau dengan kata lain segala ha yang berhubungan dengan komponen-komponen perubahan.
Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk:
a. Fertilitas
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah Kemampuan rill seorang wanita
untuk melahirkan. (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI “Dasar-
Dasar Demografi” : 7).
Kehidupan berawal dari proses kelahiran yang berdampak bertambahnya populasi manusia di dunia, yang dapat dihitung dengan cara:
#) Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate=CBR) adalah angka kelahiran yang perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan usia penduduk.
Rumus:
#) Angka Kelahiran Khusus berdasarkan kelompok umur (Age Specific Fertilly Rate= ASFR) adalah angka kelahiran yang perhitungannya berdasarkan kelompok usia yang terbanyak mengalami kelahiran.
Rumus:
Ada beberapa faktor penunjang dan penghambat proses kelahiran, yaitu:
- Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
- Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
- Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
- Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
- Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
- Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
- Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
- Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
- Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
b. Mortalitas
Mortalitas atau kematian adalah Peristiwa menghilangnya semua tanda –tanda
kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran
hidup. ( Ida Bagoes Mantra , “Demografi Umum “, 2000 : 115).
Di = kematian penduduk kelompok umur i
Pmi = jumlah penduduk pertengahan tahun kelompok umur i.
Ada beberapa faktor penunjang dan penghambat mortalitas, yaitu:
1.) | Faktor pendukung kematian (pro mortalitas) Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah: - Sarana kesehatan yang kurang memadai. - Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan - Terjadinya berbagai bencana alam - Terjadinya peperangan - Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri - Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. |
2.) | Faktor penghambat kematian (anti mortalitas) Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah: - Lingkungan hidup sehat. - Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap. - Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain. - Tingkat kesehatan masyarakat tinggi. - Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk. |
SUMBER: http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/02/pertumbuhan-penduduk.html
tempat ke tempat lain melampaui batas politik / negara ataupun batas
administrative / batas bagian dalam suatu negara. Jadi migrasi sering diartikan
sebagai perpindahan penduduk yang relatif permanen dari suatu daerah ke
daerah lain . (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI “Dasar-Dasar
Demografi” : 9).
Macam-macan Migrasi:
1.) Transmigrasi
Transmigrasi adalah perindahan penduduk dari suatu pulau yang padat penduduknya ke pulau yang jarang penduduknya.
2.) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke daerah perkotaan, kejadidan ini di akibatkan anggapan bahwa adanya anggapan fasilitas di daerah perkotaan lebih lengkap dan banyaknya lapangan pekerjaan.
3.) Imigrasi
Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri
4.) Emigrasi
Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri.
5.) Reurbanisasi
Reurbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kota kembali ke desa.
6.) Remigrasi
Remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali ke negara asal.
Dampak Positif dan Negatif dari migrasi:
*)Dampak positif dari migrasi penduduk selain mampu mengurangi kepadatan penduduk, dalam suatu daerah, memeratakan penyebaran penduduk, membuka lahan baru memajukan daerah yang tertinggal serta mampu membuat lapangan kerja baru di daerah tersebut.
*)Dampak yangnegative yaitu kurangnya sosialisasi dan keterampilan menimbulkan masalah baru yaitu pengangguran dan kemiskinan, kurangnya fasilitas yang di berikan pemerintah membuat masyarakat kurang mampu mengembangkan potensi saat berada di daerah baru.
SUMBER dan mengutip: http://blog.uin-malang.ac.id/kutumerah/2011/09/25/pertumbuhan-penduduk-dan-migrasi/
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Migrasi:
*) Menurut Everett S. Lee (Munir.2000, hal.120) ada 4 faktor yang
menyebabkan orang mengambil keputusan untuk melakukan migrasi, yaitu:
1. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
2. Faktor-faktor yang terdapat di tempat tujuan
3. Rintangan-rintangan yang menghambat
4. Faktor-faktor pribadi
*) Rozy Munir dalam buku-buku dasar demografi menyatakan bahwa faktor pendorong migrasi, yaitu:
1.) Makin berkurangnya sumber daya alam.
2.)Menyimpitnya lahan pekerjaan ditempat asal.
3.) Adanya tekanan-tekanan dan diskriminasi politik, agama, atau suku.
4.) Tidak cocok lagi dengan budaya daerah asal.
5.) Alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak berkembangnya karir pribadi.
6.) Bencana alam.
*) Faktor penarik migrasi menurut mantra (1985:176), yaitu:
1.) Jalinan persaudaraan dan kekeluargaan diantara warga desa yang sangat erat.
2.) Sistem gotong royong pada masyarakat pedesaan jawa sangat erat.
3.) Penduduk sangat terkait pada tanah pertanian.
4.) Penduduk sangat terkait dengan daerah (desa) dimana mereka dilahirkan.
Proses migrasi menurut F.H. Cumming:
A.) Proses migrasi penduduk dari daerah asal ke daerah tujuan:
1.) Dalam memilih daerah tujuan para migran cenderung memilih daerah yang dekat dengan daerah asal.
2.) Kurangnya kesempatan kerja di daerah asal dan adanya kesempatan kerja di daerah tujuan menyebabkan seseorang melakukan mobilitas penduduk.
3.) Informasi positif dari sanak-saudara dan kerabat tentang daerah tujuan yang membuat seseorang berimigrasi.
4.) Informasi negatif tentang daerah tujuan membuat seseorang enggan berimigrasi.
5.) Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut.
6.) Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut.
7.) Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak-saudara/kenalan yang berada di daerah tersebut.
8.) Migrasi masih akan terjadi apabila disuatu daerah ada bencana alam.
9.) Orang yang berumur muda dan belum kawin lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin.
10.) Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk.
B.) Migran di daerah tujuan:
1.) Pada permulaan datang di daerah tujuan migran memilih bertempat tinggal dekat sanak-saudara/teman yang bertempat tinggal di daerah tersebut.
2.) Kepuasan migran hidup di masyarakat tertentu tergantung pada hubungan baik migran dengan masyarakat.
3.) Kepuasan migran hidup dikota tergantung pada kemungkinan migran mendapatkan pekerjaan dan pendidikan bagi anak-anaknya.
4.) Setelah beberapa lama bertempat tinggal di daerah tujuan, seorang migran lebih cenderung memilih tempat tinggal di daerah dimana ia bekerja.
a. Bentuk-bentuk Piramida Penduduk
Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :
|

Penduduk muda berusia dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk yang belum produktif karena secara ekonomis masih tergantung pada orang tua atau orang lain yang menanggungnya. Selain itu, penduduk berusia diatas 65 tahun juga dianggap tidak produktif lagi sesudah melewati masa pensiun. Penduduk usia 15-64 tahun, adalah penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. Atas dasar konsep ini dapat digambarkan berapa besar jumlah penduduk yang tergantung pada penduduk usia kerja. Meskipun tidak terlalu akurat, rasio ketergantungan semacam ini memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
* Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
* Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Kegunaan
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Cara Menghitung
Rasio Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).



Dimana
RKTotal = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Mengutip dari: http://ojonswiper.ngeblogs.com/2009/11/26/rasio-ketergantungan/
0 komentar:
Posting Komentar